Amanahrakyat's Blog

Just another WordPress.com site

KASUS-KASUS BESAR YANG BERHASIL DIUNGKAP

KASUS-KASUS BESAR YANG BERHASIL DIUNGKAP ( JULI S/D DESEMBER 2005 )
1-Kasus BBM
a. Pada tanggal 13 Juli 2005 Polda NTT telah menggagalkan upaya penyelundupan Minyak Tanah sebanyak 21,2 Ton dari NTT ke Timur Leste.
b. Pada tanggal 21 Juli 2005 Polda Sumut menangkap Kapal yang memuat 30 Ton Minyak Tanah di Perairan Tanjung Balai yang akan diselundupkan ke Malaysia.
c. Pada tanggal 23 Juli 2005 Polda Jateng menggagalkan penyelundupan 25 Ton Solar yang akan di bawa ke Kaltim.
d. Kasus BBM Kapal Tangker MT. Jaya Succes dan Kapal Leonese yang ditangkap di Perairan Laut Batam pada tanggal 3 Agustus 2005, oleh Kapal Patroli Angkatan Laut di Kep. Riau. Modus Operand! : Mendapatkan BBM secara illegal di Daerah Batam (Pemilik Bungker Service) dan mengangkut tanpa dilengkapi dengan Dokumen. Jumlah Tersangka 8 orang Tersangka, yang terdiri dari: 2 Orang ABK Kapal Tangker MT. Jaya Succes. 3 orang Pengurus SPBB Punggur. 2 orang karyawan Perusahaan Pemasok BBM Illegal. 1 orang oknum Pertamina Batam. Barang Bukti BBM solar: 120 ton (120.000 liter). Untuk Kapal Leonese ditangkap di Perairan OPL oleh Kapal Patroli Bea Cukai ditangani oleh Penyidik Bea dan Cukai, karena kedapatan BBM yang diduga berasal dari Kapal MT Jaya Succes.
e. Kasus BBM Kapal MT. Thor Star yang ditangkap di Perairan Surabaya oleh Tim Gabungan Mabes Polri dan Polda Jatim pada tanggal 17 Agustus 2005, karena kedapatan sedang mengisi BBM llegal berasal dari PT. CIS (Bungker Service) di Tanjung Perak Surabaya. Modus Operandi: Melakukan Loading (pengisian BBM ke dalam Kapal Thor Star tanpa dilengkap dokumen), dari Kapal Tongkang PB-IX dan Kapal TB Siak yang berasal dan dilakukan oleh PT. Gelora Insan Samudra (PT. CIS) selaku Perusahaan Bungker Service di Tanjung Perak Surabaya. Jumlah Tersangka 11 orang, yang terdiri dari: 4 orang Nahkoda Tug Boat yang mengisi BBM ke Kapal Thor Star. 4 orang Pejabat PT. GIS Surabaya. 2 orang Broker. 1 orang Oknum TNI AD. Barang bukti BBM Solar sebanyak 138 ton (138.000 liter).
f. Kasus BBM Kapal MV. Tioman ( Berbendera Korea Utara ) yang ditangkap di Perairan Bintan Kepri ditangkap oleh Kapal KRI Multatuli dari TNI-AL Armabar pada tanggal 27 Agustus 2005 di Kepri, Dengan Modus Operandi: Memuat minyak mentah dari hasil pencurian dari Kilang Minyak di wilayah Balikpapan Kalimantan Timur untuk diselundupkan ke Luar Negeri. Jumlah Tersangka 15 orang ABK Kapal MV Tioman. Barang Bukti BBM ( Minyak Mentah ) 2.881 ton (2.881.000 liter).
g. Kasus Pencurian BBM / Minyak Mentah di Terminal Minyak Lawe-Lawe, Balikpapan, Kaltim yang ditangkap tanggal 31 Agustus 2005 (Pengembangan dari hasil Sidik Kapal MV. Thioman yang ditangkap di Perairan Kepri). Modus Operandi : Melakukan pencurian dengan cara membocorkan pipa di Terminal pada Kilang Minyak di Lawe-Lawe Balikpapan dimasukkan ke Kapal MV. Tioman sebanyak 2.881 ton Minyak Mentah. Jumlah tersangka 14 orang yang terdiri dari : 5 orang oknum Pegawai Pertamina Kilang Lawe Lawe. 7 orang ABK Tug Boat. 2 orang karyawan Perusahaan Kontraktor Pertamina. Barang Bukti BBM 2.881.000 Liter Minyak Hitam/ Minyak Mentah disita dari Kapal MV. Tioman di perairan P.Bintan Kepulauan Riau.
2. Kasus Narkoba
a. Tanggal 11 November 2005 mengungkap pabrik gelap ecstasy di Cikande Serang Banten yang dikelola oleh BENNY SUDRAJAT (sebagai buronan Interpol) dan telah menangkap 17 orang tersangka, 7 orang diantaranya WNA ( 1 WN Belanda, 1 WN Prancis dan 5 WN Cina). Jaringan peredaran meliputi Cina, Hongkong, Filipina, Thailand dan Indonesia.
b. Tanggal 23 November 2005 penemuan pabrik gelap ecstasy di Banyuwangi, Malang dan Surabaya dan berhasil menangkap 5 orang tersangka yaitu 4 orang WNI dan 1 orang WN. Belanda An. RICHARD ( DPO) Jaringan peredaran meliputi Hongkong, Singapura, Malaysia dan Indonesia.
c. Tanggal 16 Desember 2005 penemuan 5 hektar nading ganja dengan tanaman 3.025 batang ganja siap panen senilai Rp. 15 milyard di wilayah Jambi.
3 Pengungkapan kasus Valas
Di Batam ( 30 Agustus 2005 ) Modus kasus ini adalah pengiriman Mata Uang rupiah dan Valas ke Luar Negeri melalui Batam secara illegal, yang dilakukan oleh 3 perusahaan Valas yaitu : PT. UNION BATAM SENTOSA, PT. JAVA VALASINDO dan PT. PUTRA KUNDUR MANDIRI VALASINDO yang merugikan Negara sebesar Rp. 778 Milyard dari Pajak atas keseluruhan transaksi para tersangka yang mencapai Rp. 8,3 Triliyun. 4 orang tersangka telah ditahan.
4. Kasus Fiskal
Pengungkapan kasus penggelapan dan korupsi dana Fiskal yang seharusnya disetorkanke Kas Negara
5. Kasus Ijasah Palsu
Pengungkapan kasus ijasah palsu, yang modusnya dengan cara menyelenggarakan Pendidikan Illegal dengan cara mendirikan Lembaga Pendidikan Manajemen Internasional yang berkantor di Century Tower lantai II kamar 203 Jl. Rasuna Sahid Kuningan Jakarta Selatan yang belum mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM Rl dan dalam operasionalnya tidak mengadakan belajar mengajar tetapi telah me-wisuda lebih kurang 5.000 orang. Para tersangka yang ditahan sebanyak 12 orang orang.
7. Kasus Teroris
a. Pengungkapan kasus peledakan bom Bali-ll yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2005 di Restoran Raja’s Kuta, Cafe Nyoman dan Manega. 3 orang pelaku bom bunuh diri masing-masing : AIP HIDAYATULLAH (Ciamis, Jabar), SALIK FIRDAUS ( Majalengka ) MISNO Als. WISNU (Cilacap, Jateng)
b. Penggrebegakan tempat persembunyian pelaku bom DR. AZHARI di Jl. Fiamboyan Raya II A.1 No.7 Kel. Songgokerto, Batu Malang Jawa Timur pada tanggal 9 Nopember 2005. Dalam penindakan tersebut terjadi kontak tembak selama hampir 2 jam dan disusul dengan suara ledakan bom secara berturut – turut yang dari hasil pemmeriksaan Tim Puslabfor mempunyai kandungan TNT (High Expolosive) yang diperkirakan menggunakan sisitim pemicu model saklar tarik. Dalam penggerebegakan tersebut mengakibatkan 2 orang tewas yaitu DR. AZHARI dan ARMAN.
8. Kasus Illegal Loging
a. Penyidikan terhadap Kompol MARTHEN RENAW Anggota Reskrim Polda Papua berdasarkan Laporan Polisi No. Pol. : LP/268A/ll/2005/Siaga – I tanggal 5 Agustus 2005 tentang Dugaan telah terjadi Tindak Pidana Korupsi, illegal loging dan money laundering. Tersangka MARTHEN RENAW telah ditahan.
b. Penyidikan kasus Illegal loging di Aceh yang dilakukan oleh tersangka Ir. YULISMAN ( Dir. PT. PUKB ) dan tersangaka MARZUKI ( Putra Bupati Aceh Tenggara ) serta melibatkan oknum pejabat Kehutanan Kab. Aceh Tenggara yang diduga adanya intervensi dari Ketua DPRD Aceh Tenggara. Kasus ini selain melibatkan pejabat Kehutanan Kab. Aceh Tenggara juga dikembangkan pada 9 perusahaan yang memperoleh IPHHK.
c. Penyidikan terhadap Tindak Pidana mengerjakan dan atau menggunakan, menduduki kawasan hutan secara tidak sah di kawasan Hutan Register 40 Padang Lawas di Kec. BArumun Tengah Kab. Tapanuli Selatan Sumut seluas 23.000 Ha yang terjadi sejak tahun 1998 dengan tersangka Dirut PT. TORGANDA ( DARIANUS LUNGGUK SITORUS Dkk ). Berkas perkara kasus ini telah diserahkan ke JPU.
9. Pengungkapan kasus pencurian uang milik Tamu Negara.
Tas milik ABDUL SATAR ( Anggota Rabithah Alam Islami ) yang merupakan tamu Presiden Rl yang berisi uang sebesar U$ 300.000 atau RP. 2,9 Milyard telah hilang di Hotel Burobudur pada tanggal 8 Desember 2005. 1 orang diantara 7 pelaku telah ditangkap di Bogor.
Kasus Korupsi
a. Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Departemen Agama Republik Indonesia. Tindak pidana korupsi di Departemen Agama berkaitan dengan pengelolaan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dan rekening Dana Abadi Umat (DAU) dengan Tersangka SAID AGIL HUSEIN AL MUNAWAR (Mantan Menteri Agama Rl) dan TAUFIK KAMIL (Mantan Dirjen BIPH) dengan kerugian ± Rp. 700.000.000.000.- Berkas Perkara telah dilimpahkan ke JPU tahap II (P-21).
b. Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengadaan Alkom dan Almon Pengamanan Pos Perbatasan di 5 Polda (Kalbar, Kaltim/ NTT, Sulut dan Papua) pada tahun 2004. Dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam proyek Pengadaan Alkom dan Almon Pengamanan Pos Perbatasan di 5 Polda (Kalbar, Kaltim, NTT, Sulut dan Papua) pada tahun 2004, yang dilakukan secara penunjukan langsung (tanpa melalui proses lelang). Telah dilakukan pemeriksaan terhaoap 3 (tiga) orang saksi terdiri dari 2 orang staf Derenbang Kapoiri dan jusatu) orang Dirut PT. Dara Kinanti Adi^ Pradanaj selaku pemenang lelang.
c.Dugaan Tindak Pidana Korupsi penyimpangan dan penyalah gunaan wewenang / jabatan pada pelaksanaan proyek Kredit Eksport pengadaan dan pemasangan jaringan komunikasi Polri Wilayah Sumatera. Dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek Kredit Eksport pengadaan dan pemasangan jaringan komunikasi Polri Wilayah Sumatera secara penunjukan langsung (tanpa melalui proses lelang). Perkembangan Penyidikan: Telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sebanyak 17 (tujuh belas) saksi yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Pengumpulan dokumen/surat dan BB yang berkaitan dengan kasus. Rencana tindak lanjut; riksa saksi ahli dari Depkeu, Bl, BPK.
d.Dugaan Tindak Pidana Korupsi di PT. Jamsostek Tindak pidana korupsi di PT Jamsostek berkaitan dengan investasi pembelian MTN (Medium Term Note) di PT. Sapta Prana Jaya, PT. Surya
e. Dugaan tindak pidana korupsi atas nama tersangka Kompol Marten Renuw (MR) Dugaan tindak pidana korupsi dan Money Londering terhadap Tersangka Kompol Drs. Marten Renuw selaku Kasat Tipiter/Kasat Serse Urn Polda Papua dalam penerimaan uang secara bertahap total Rp. 1.015.000.000.-dari PT. Sanjaya Makmur yang bergerak di bidang perkayuan. Berkas Perkara telah dilimpahkan ke Kejagung Rl dan dinyatakan lengkap (P-21), selanjutnya Tersangka dan Barang Bukti sudah di serahkan kepada JPU Kejagung Rl tanggal 18 Nopember 2005.
f. Dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Kessos Prop. Sulawesi Tengah Diduga telah terjadi tindak pidana korupsi Dana Bantuan Kemanusiaan untuk masyarakat korban kerusuhan Poso BBR T.A. 2003 sebesar Rp. 6.097.440.000.- yang dilakukan oleh Tersangka Drs. AM. Azikin Suyuti, M.Si, dkk yang terjadi sekitar bulan Nopember 2003 – Desember 2003 di wilayah hukum kota Palu dan Kab. Poso yang dilakukan dengan cara para Tersangka membuat dan menggunakan dokumen fiktif untuk mencairkan dana BBR T.A 2003. Telah ditahan 8 (delapan) orang Tersangka masing-masing : 1) Sdr. AGUS selaku Dirut CV Kreasi Binatama; 2) Sdr. MOH. IVAN ABDILLAH SIJYA, SH, selaku Dirut PT. Kariv Pratama; 3) Sdr. SYARIF M. RAJA DEWA, selaku Dirut CV Inti Karya Sejati; 5) Sdr. Drs. AM. AZIKIN SUYUTI, M.Si selaku Kadis Kessos Prop. Sulteng; 5) Sdr. KADIR SIDIK, selaku Staf Din Kessos Prop. Sulteng; 6) Sdr. ANDI MAKASAU; 7) Sdr. AHMAD MAPARIGI; 8) Sdr. NOLDY ULOLY;
g. Kasus BNI 46 Telah terjadi penyalagunaan kewenangan/jabatan dalam rangka melakukan penyidikan kasus BNI Cabang Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan cara merubah status tersangka menjadi saksi, hal tersebut melanggar pasal 11 UU No.31 tahun 1999 sebagimana telah diubah dalam UU Rl No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berkas perkara atas nama tersangka KBP. IRMAN SANTOSO (ditahan di Mabes Polri) dinyatakan belum lengkap (P 18), kemudian Berkas Perkara dimkasud sudah dikirim kembali ke JPU; Berkas perkara atas nama tersangka Brigjen Pol. Drs. S. ISMOKO dalam tahap pemberkasan; Berkas perkara atas nama tersangka Komjen Pol. Drs. SUYITNO LS, SH, M.Sc dalam tahap pemberkasan.
h. Dugaan tindak pidana korupsi Bupati Jaya Wijaya, Papua. Dugaan tindak pidana korupsi dalam penyelewengan dana APBD T.A. 2003-2004 yang dilakukan oleh Drs. DAVIED AGUSTIEN HUBI (Bupati Jaya Wijaya) yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 15.000.000.000.- dalam proyek Pengadaan Pesawat Antonov F-27 dan Grand Power. Berkas Perkara sudah dikirimkan ke JPU dan dinyatakan lengkap (P-21).
i. Dugaan tindak pidana korupsi di Departemen Perhubungan Darat. Dugaan tindak pidana korupsi terhadap pembebasan lahan Double-double Track Departemen Perhubungan Darat a.n. Tersangka YOYO selaku Pimpro dengan memark-up pembayaran ganti rugi. Dalam proses pemeriksaan Saksi-saksi dan permohonan bantuan ahli dari BPKP untuk melakukan audit investigasi.
j. Dugaan tindak pidana korupsi Penyelewengan Dana Fiskal Luar Negeri tahun 2004. Dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana fiskal Luar Negeri tahun 2004 sebesar Rp. 126.568.000.000,- yang dilakukan oleh oknum petugas Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng yang menyangkut dana fiskal yaitu petugas Angkasapura II, Imigrasi dan Kanwil Pajak Jakarta IV. Dalam proses pemeriksaan Saksi-saksi dan pengumpulan / penyitaan dokumen.
k. Dugaan tindak pidana korupsi di Pemkab Penajam Paser Utara, Kaltim. Dugaan tindak pidana korupsi tentang penyimpangan pengadaan tanah untuk kawasan Perum PNS Kab. Penajam Paser Utara di Babulu Darat yang dilakukan oleh Pemkab. Penajam Paser Utara, Kaltim. – Dalam proses pemeriksaan Saksi-saksi dan Tersangka; – Pengumpulan dokumen dan barang bukti lain; – Permintaan audit Investigasi ke BPKP; – Permintaan Ijin Presiden untuk pemeriksaan Bupati; – Permintaan keterangan ahli dari Dirjen Anggaran Depkeu. 1
1. Pengungkapan kasus penjualan anak Dalam pengungkapan kasus ini Polri telah berhasil menangkap 2 orang pelaku ( Ibu dan anak ) yaitu Ny. RUSDIANA ( 52 Th) dan MARETA F. ( 22 Th ) yang telah melakukan penjualan anak dengan memalsukan dokumen ( Akte kelahiran ). Tersangka telah divonis hukuman penjara 10 tahun dan 8 tahun.
m. Penanganan kasus Illegal Fishing Sejak Juli s/d Desember 2005 telah menangani 46 kasus pencurian ikan tanpa ijin masing-masing :
a. Polda Kalteng : 9 kasus dengan 9 orang tersangka dan Barang Bukti 7 buah kapal kloto berikut peralatannya.
b. Polda Sumut : 4 kasus dengan 4 orang tersangka dan Barang Bukti 4 buah kapal
c. Polda Kaltim : 20 kasus dengan 23 orang tersangka dan Barang Bukti 13 kapal motor, 10 motor fukat beserta peralatannya, 8,81 ton ikan / udang, uang tunai Rp. 6.234.000,-.
d. Polda Papua : 2 kasus dengan 2 orang tersangka ( 1 orang WN. Cina ) dan Barang Bukti 2 kapal, ikan dan udang masing-masing 1 Ton.
e. Polda Sulut : 11 kasus dengan 120 orang tersangka (209 WN. Philipina) dan Barang Bukti 11 kapal.
f. Polda Jabar : 1 kasus dengan 8 orang tersangka dan Barang Bukti 3 buah perahu dan berbagai jenis ikan hias. 13. Kasus Penambangan tanpa ijin Dalam tahun 2005 jumlah kasus yang diungkap dan ditangani sebnayak 7 kasus yaitu 5 kasus Batu Bara di Kalsel dengan tersangka 2 orang , 1 kasus biji timah di Banten dengan tersangka 2 orang dan 1 kasus penggalian pasir di Jabar dengan tersangka 1 orang. Barang Bukti yang disita berupa 8 unit eksafator dan dokumen yang berkaitan dengan kasus dimaksud.

August 3, 2010 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: