Amanahrakyat's Blog

Just another WordPress.com site

Hukum Tak akan berpihak pada Rakyat kecil-1

Bagaimana tidak kalau hukum yang telah diundangkan hanya sebatas dilembaran kertas, dan tidak di implementasikan dan diterapkan secara murni dan diawal oleh kekuasaan. Dan tidak cukup hanya dipidatokan kalau tidak suka disebut hanya sebagai tebar pesona.
Mari kita ikuti perjalanan niat baik dari bangsa ini untuk memberantas Korupsi.Tetapi tidak ada yang tahu apa didalam hati SBY dalam pemberantasan Korupsi namun coba kita amati pernyataannya di depan masyarakat Swiss
Presiden SBY dalam wawancaranya dengan wartawan saat menjawab pertanyaan wartawan Swiss tentang komitmen Indonesia dalam memberantas korupsi menyatakan bahwa sejak hari pertamanya memimpin ia sangat bersunggung-sungguh dalam memberantas korupsi. Ia mengaku banyak hal yang telah dicapai penegakan hukum, good governance, dan bidang-bidang lainnya. Dan saat ini, aku SBY, Indonesia telah memasuki era yang lebih baik. Benarkah atau hanya pamer pesona semata?.Kenyataannya sekarang Yang sudah jelas terbukti korupsi dan di Tahan , karena tidak ada yang tahu dalam hati dan pikiran SBY maka besannya dilepas dengan bermacam-macam alasana.

Sungguh memalukan,Besan SBY mengakui kok, Rp 100 Miliar Dibagi ke Eks Pejabat BI & DPR
Bak durian runtuh saja, 5 mantan anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan sejumlah anggota DPR menikmati Rp 100 miliar uang rakyat dengan cuma-cuma. Itulah pengakuan besan SBY yang merupakan Ketua Panitia Sosial Kemasyarakat (PSK) Aulia Pohan yang membagi-bagikan uang itu.

“Kepada Sudrajat Djiwandono sebesar Rp 25 miliar, Iwan R Prawiranata Rp 13,5 miliar, Paul Sutopo Rp 10 miliar, Heru Supratomo Rp 10 miliar, Hendro Budiarto Rp 10 miliar,” ungkap Aulia Pohan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (16/7/2008).
Total 5 eks pejabat itu menikmati Rp 68,5 miliar. Lalu sisa uang lainnya dialirkan ke DPR terkait kasus BLBI dan diseminasi amandemen UU BI.
“Rp 15 miliar untuk BLBI. Rp 16,5 miliar itu untuk diseminasi intensif pengawasan dan isu-isu amandemen Undang-undang BI,” kata mertua Agus Baskoro Yudhoyono itu.
“Diberikan cuma-cuma tanpa ada kewajiban untuk mengembalikan?” tanya hakim Moerdiono.
Baru benar Besan!!!!!!


“Betul, Pak,” kata Aulia yang sudah berusia 63 tahun itu.
Uang Rp 100 miliar itu dibagi melalui Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) yang struktur pengurusnya diisi pejabat-pejabat BI. Aulia Pohan duduk sebagai Dewan Pengawas YPPI. Kemudian untuk melegalisasi pengeluaran sebesar itu, Dewan Gubernur BI memutuskan pembentukan Panitia Sosial Kemasyarakatan yang diketuai Aulia.
Bersambung—-2

April 21, 2011 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: