Amanahrakyat's Blog

Just another WordPress.com site

Daftar Pengemban Amanah Rakyat (DPR) – Dosa

Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengeluarkan daftar nama 38 anggota DPR RI 2004-2009 yang diduga terlibat korupsi. Mereka berasal dari 6 fraksi. Siapa sajakah? “Partai baru seperti Partai Demokrat pun tidak lepas dari adanya dugaan korupsi,” kata Wakil Koordinator ICW Luky Djani dalam jumpa pers di Kantor ICW jalan Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2005) malam. Mereka antara lain terdiri dari

15 anggota FPDIP,

8 anggota FPG,

8 anggota FPPP,

3 anggota FPD,

3 anggota FPAN, dan

1 anggota FPKS.

Beberapa nama yang cukup ngetop masuk dalam daftar. Antara lain

Noviantika Nasution,

Pramono Anung,

Tjahjo Kumolo,

Theo Syafei,

Heri Achmadi,

Adiwarsita Adinegoro,

Abdul Gafur,

Marzuki Darusman,

Setya Novanto,

Tosari Widjaja,

Andi M Ghalib,

Junus Effendi Habibie,

AM Fatwa,

Fuad Bawazier, dan

Iwan Prayitno. “

Ada yang masih dalam penanganan pihak berwenang, dan ada yang sudah tidak diusut lagi atau ‘menguap’. Data terakhir, telah keluar surat pembolehan pemeriksaan atas 10 anggota DPR dari Presiden SBY, dan 2 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka,” sebut ICW dalam rilisnya. Berikut nama anggota FPDIP yang disebut ICW:

1. Dharmono K Lawi, kasus korupsi, status calon tersangka

2. Eka Santosa, korupsi, pemeriksaan

3. Noviantika Nasution, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut

4. Zainal Arifin, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut

5. Royani Haminullah, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut

6. Pramono Anung Wibowo, korupsi (penyuapan), tidak diusut

7. Tjahjo Kumolo, korupsi (investasi), tidak diusut

8. I Gusti Agung Rai Wirajaya, korupsi (menerima suap), tidak diusut

9. Theo Syafei, korupsi (money politics), tidak diusut

10. Agustinus Clarus, korupsi, pemeriksaan

11. Max Moein, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP

12. Dudhie Makmun, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP

13. Gunawan Wirosaroyo, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP

14. Heri Achmadi, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP

15. Soewarno, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP

 

Nama anggota FPG:

1. Ahmad Darodji, korupsi, penyelidikan dan pemeriksaan

2. Ebby Jauharie, korupsi, terdakwa

3. Markum Singodimedjo, korupsi, tersangka

4. Adiwarsita Adinegoro, korupsi dan perusak lingkungan, tersangka

5. Abdul Gafur, korupsi, tidak diusut

6. Agusman Effendi, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut

7. Marzuki Darusman, penyalahgunaan jabatan, –

8. Setya Novanto, korupsi, dibebaskan

 

Nama anggota FPPP:

1. Tengku Muhammad Yus, korupsi, dalam pemeriksaan

2. Faqih Chaeroni, korupsi, penyelidikan dan pemeriksaan

3. Ahmad Thoyfoer, korupsi, penyelidikan dan pemeriksaan

4. Ahmad Kurdi Moekri, korupsi, penyelidikan

5. Endang Kosasih, korupsi, berkasnya dilimpahkan

6. Hasrul Azwar, korupsi (suap), tidak diusut

7. Tosari Widjaja, korupsi (investasi), tidak diusut

8. Andi Muhammad Ghalib, korupsi (penyuapan), dihentikan penyelidikannya

 

Nama anggota FPD:

1. Tata Zaenal Mutaqien, korupsi, pemeriksaan

2. Junus Effendi Habibie, korupsi, dihentikan perkaranya

3. Azam Azman, korupdi, tersangka

 Nama anggota FPAN:

1. Totok Daryanto, korupsi, penyelidikan dan tersangka

2. AM Fatwa, korupsi (suap), –

3. Fuad Bawazier, korupsi dan penyalahgunaan jabatan, tidak diusut

 Nama anggota FPKS:

1. Irwan Prayitno, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut

 Dalam daftarnya, ICW menyebut detil satu per satu nama anggota DPR yang diduga terlibat korupsi. Selain nama, asal partai, kasus pelanggaran, dan status hukum, juga mencakup daerah pemilihan, pekerjaan sebelumnya, serta keterangan kasusnya secara rinci. “Pekerjaan mereka sebelumnya antara lain anggota DPR/MPR 1999-2004 sebanyak 19 orang, anggota DPRD I dan II sebanyak 13 orang, pejabat publik atau menteri 3 orang, karyawan BUMN 2 orang, dan bupati 1 orang,” sebut ICW dalam rilisnya. 

Sedangkan Anggota DPR yang Mulia tersangkut dengan  treveler chegue (cek perjalanan), saat pemilihan Dewan Gubernur Senior Miranda Gultom, adalah:

Sungguh malang nian nasib anggota DPR itu, akibat menerima treveler chegue (cek perjalanan), saat pemilihan Dewan Gubernur Senior Miranda Gultom, kini mereka harus menikmati hotel ‘prodeo’ alias dibui.

Tersangka ke-24, mantan anggota Dewan Permusyawaratan Rakyat (DPR) Hengky Baramuli dari Fraksi Partai Golongan Karya, kini telah ditahan oleh KPK.

Usai menjalani pemeriksaan selama lima jam oleh KPK, Hengky langsung digiring ke Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, menggunakan mobil tahanan KPK.

Sebagaimana diberitakan, 24 mantan anggota DPR ini ditahan oleh KPK terkait dugaan menerima suap saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom.

Kasus penyuapan dalam pemilihan DGS BI terjadi pada 2004. KPK telah menetapkan 26 tersangka, yang merupakan anggota Komisi IX periode 1999-2004.

1. Baharuddin Aritonang (BA), Partai Golkar diduga menerima Rp 350 juta.

2. Antony Zeidra Abidin(AZA), Partai Golkar diduga menerima Rp 600 juta.

3. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ), Partai Golkar diduga menerima Rp 600 juta.

4. Boby Suhardiman (BS), Partai Golkar diduga menerima Rp 500 juta.

5. Paskah Suzetta (PS), Partai Golkar diduga menerima Rp 600 juta.

6. Hengky Baramuli (HB), Partai Golkar diduga menerima Rp 500 juta.

7. Reza Kamarullah (RK), Partai Golkar diduga menerima Rp 500 juta.

8. Asep Ruchimat Sudjana (ARS), Partai Golkar diduga menerima Rp 150 juta.

9. Marthin Bria Seran (MBS), Partai Golkar diduga menerima Rp 250 juta.

10. TM Nurlif, Partai Golkar diduga Rp 550 juta.

11. Daniel Tandjung (DT), PPP diduga menerima Rp 500 juta.

12. Sofyan Usman (SU), PPP diduga menerima Rp 250 juta.

13. Williem Tutuarima (WMT), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

14. Sutanto Pranoto (SP), PDIP diduga menerima Rp 600 juta.

15. Agus Condro Prayitno (ACP), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

16. Muhammad Iqbal (MI), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

17. Budiningsih (B), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

18. Poltak Sitorus (PS), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

19. Rusman Lumban Toruan (RLT), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

20. Max Moein (MM), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

21. Jeffrey Tongas Lumban (JT), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

22. Matheos Pormes (MP), PDIP diduga menerima Rp 350 juta.

23. Engelina Pattiasina (EP), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

24. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

25. Soewarno (S), PDIP diduga menerima Rp 500 juta.

26. Panda Nababan (PN), PDIP diduga menerima Rp 1.45 miliar.

Antony Zeidra Abidin, dari Partai Golkar, kini tengah menjalani hukuman penjara lima tahun karena kasus aliran dana Bank Indonesia. Sedangkan Jeffrey Tongas Lumban, dari PDIP, sudah meninggal dunia.

Mereka yang selalu menikmati kenikmatan dunia, dan mengabaikan Amanah Rakyat pada mereka sekarang harus siap mendekam di penjara akibat lembar kertas yang bernama ‘cheque perjalanan’. Nasib.

 

October 24, 2011 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: