Amanahrakyat's Blog

Just another WordPress.com site

Kembali Demokrat menerima Piala Korupsi

sby-mala

Inilah Aliran Dana Keluarga Mallarangeng ke SBY
Wahyu Romadhony
Inilah Aliran Dana Keluarga Mallarangeng ke SBY

Data Sumbangan Andi Mallarangeng ke SBY (Foto:aktual.co/wahyu)
Dugaan bahwa Andi sebagai Golden Boy SBY menjadi kuat setelah Presiden tidak melakukan evaluasi kinerja terhadapnya meskipun terungkapnya kasus korupsi di Kemenpora.

Jakarta, Aktual.co — Di mata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alvian Mallarangeng, bisa jadi sosok yang istimewa. Mantan juru bicara Presiden ini bahkan pernah dikabaran sempat didaulat untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD). Hal itu tersirat dengan ditaruhnya putra Presiden yakni Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang biasa dipangil Ibas sebagai tim sukses untuk Andi saat kongres Partai Demokrat, di Bandung, tahun 2010 silam meskipun akhirnya menuai kekalahan.

Dugaan bahwa Andi sebagai Golden Boy SBY menjadi kuat setelah Presiden tidak melakukan evaluasi kinerja terhadapnya meskipun terungkapnya kasus korupsi di Kemenpora. Pria asal Makassar ini tercatat sebagai Menpora pertama yang dalam kurun waktu satu tahun tiga program kerjanya ditelisik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketiga program yang dimaksud yakni proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang, proyek pembangunan pusat olahraga dan sekolah atlet Hambalang, serta proyek Pekan Olahraga Nasional (PON). Semua proyek yang diduga berbau korupsi, namun nyatanya Presiden tidak memasukkan namanya dalam daftar reshuffle beberapa waktu lalu.

Andi tidak dapat dilepaskan dari sukses Partai Demokrat pada Pemilu 2009 silam. Lewat lembaga konsultan dan strategi politik FOX Indonesia, Andi memberikan kontribusi total. Aktual.co mengungkap besaran sumbangan Andi dan keluarga terhadap kemenangan SBY pada pemilu 2009.

Dari audit keuangan dana kampanye Pemilihan Presiden 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang didapatkan Aktual.co terungkap besarnya sumbangan uang yang diberikan keluarga Mallarangeng. Andi Alvian Mallarangeng tercatat menyumbang Rp25 juta pada tanggal 24 Juni 2009. Dalam transaksi tersebut Andi menggunakan alamat Jl Suralaya No. 3 RT 002/004 Cilangkap Cipayung Jakarta Timur.

Sementara itu, kakaknya yang kini merupakan politisi Partai Golkar, Rizal Mallarangeng, memberikan sumbangan Rp51.830.000 pada tanggal 25 Juni 2009. Rizal menggunakan alamat Jl Yusuf Adiwinata 23, Menteng, Jakarta dalam transaksi tersebut. Selain itu, adik Menpora yakni Zulkarnain (Coel) Mallaranggeng juga turut menyumbang sebesar Rp475 juta pada tanggal 29 Juni 2009.


Tidak hanya itu, Fox Indonesia yang kala itu ditunjuk sebagai tim pemenangan pasangan SBY-Boediono juga memberikan sumbangan dana. Perusahaan jasa pencitaraan milik Andi Zulkarnain (Choel) Mallarangeng dan Rizal Mallarangeng menyumbang sebesar Rp1,6 miliar pada tanggal 30 Juni 2009.

Keluarga Mallarangeng Desak KPK Seret Menkeu

Keluarga Mallarangeng meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak tebang pilih dalam memberangus tindak kejahatan korupsi. Termasuk, korupsi pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, harus diberantas hingga ke akarnya.

Juru bicara keluarga Mallarangeng, Rizal Mallarangeng mendesak KPK menyeret Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo dan bekas Dirjen Anggaran Kemenkeu Anny Ratnawati menjadi tersangka dalam korupsi yang menyeret mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng.

“KPK seharusnya memberantas korupsi dari sumbernya. Jangan tebang pilih. Kalau memang ada keterkaitan seharusnya jangan hanya Andi tersangka,” kata Rizal saat memberikan keterangan pers di kantor Freedom Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2012).

Selain itu, pendapat teknis Kementerian Pekerjaan Umum tidak ditandatangani Menteri PU, tetapi oleh Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU. Terakhir, RKA KL Kemenpora TA 2010 yang menunjukkan pekerjaan dibiayai lebih dari satu tahun anggaran belum ditetapkan.

“Kalau logika itu dipakai, kedua orang terpenting yang menjaga dana hambalang juga harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Rizal.

Berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bulan Oktober lalu, keterlibatan Agus Martowardojo dalam hal menyetujui dispensasi waktu pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA KL) TA 2010 yang diajukan Sekretaris Kemenpora yang melebihi batas waktu sebagaimana diatur dalam PMK 69/PMK.02/2010.

Agus Martowardojo juga menetapkan persetujuan kontrak tahun jamak meskipun mengandung empat kejanggalan. Pertama, alokasi anggaran, misalnya, belum tersedia dalam APBN. Lalu permohonan tidak diajukan oleh Menpora tetapi hanya ditandatangani Ses Kemenpora.[man]

December 24, 2012 - Posted by | Korupsi-Moral

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: