Amanahrakyat's Blog

Just another WordPress.com site

Pemimpin yang Amanah

Umar bin Abdul Aziz

Aku berlindung pada-Mu terhadap perkataan yang dusta, dan aku mohon ampun dari keterbatasan ilmu-ku.

Semua orang menginginkan pemimpin yang baik, jujur dan memiliki tanggung jawab dalam istilah lain amanah, semua orang pasti bisa mengatakan baik ataupun amanah, namun apa dan bagaimana menentukan kriteria seorang pemimpin tersebut?. Apakah karena dia memilki keturunan yang banyak?, apakah karena dia memilki harta yang banyak?, atau mungkin dia memiliki banyak pengikut?, atau mungkin dia hanya memilki Kejujuran, Kemauan untuk merubah sesuatu?, bahkan mungkin dia memilki ketegasan dalam memimpin?. Contoh ini kita jadikan sosok pemimpin yang akan memenuhi kriteria: Pertama dia mampu namun tidak jujur/baik/amanah. Kedua dia baik, jujur dan amanah namun tidak mampu, sebab untuk memilih pemimpin yang jujur, baik dan amanah serta mampu sangat sulit, apalagi mengingat saat ini sudah hampir tidak ada batasan yang jelas untuk memastikan siapapun yang cocok menjadi pilihan, entah berdasarkan kesepakatan siapa, entah menurut kemauan apa dan siapa. Padahal sudah diatur dan ditentukan dalam udang-udang Negara tersebut(konon katanya). Sebenarnya inilah yang perlu dipikirkan oleh masyarakat yang akan memilih, Apa dan bagaimana yang kita inginkan? semua berpulang kepada si pemilih dan yang di pilih. Pemimpin sangat ditentukan oleh kondisi dan tempat dia berada(Pengenalan) sebab jika seorang pemimpin tidak mengenal apa dan bagaimana yang akan dia pimpin(ibarat RT), lantas bagaimana bisa menjalankan roda kepemimpinan. Contoh: Seorang supir yang tidak tahu kemana arah jalan, tidak tahu atau tidak mengerti jenis kendaraan apa yang dia bawa. Begitu juga dengan memimpin sebuah wilayah atau negara. Pasti semua pemimpin saat ini menganggap dirinya sudah memenuhi kriteria, bahkan ada yang menganggap dirinya pantas menjadi calon pemimpin, tentu perlu dibuktikan bisa untuk diberi peluang menjadi calon namun yang perlu di ingat point diatas tersebut. Jika kita tidak mengerti/tahu dan tidak mengenal kriterianya maka sama saja, pasti semua bisa lolos menjadi pilihan, sebab kembali lagi kepada dasar bernegara, berbangsa yang kesemua itu berdaulat antara masyarakat dan pemerintahannya, itulah makna bernegara dan berbangsa jika tidak seperti itu maka bukan negara namanya, melainkan kerajaan, bahkan kerajaan saja harus berdaulat dengan rakyatnya, inilah yang sudah dilupakan dan diabaikan. Lantas apakah negara saat ini sudah berdaulat dengan rakyat?, dulu mungkin bisa kita katakan berdaulat, namun sekarang sudah tidak lagi sebab sudah bergeser dari ke daulatan rakyat menjadi kedaulatan kepentingan individu dan kelompok, inilah yang salah, inilah yang harus diperbaiki, ini bukan asas bernegara dan berbangsa. Sebenarnya dimanapun Negara/Bangsa dibangun diatas pondasi kebersamaan, kesadaran untuk berubah menuju sesuatu yang lebih baik, lebih bersih dan berdaulat terhadap wilayah tersebut, apalagi Negara kita awal mulanya sangat-sangat dibawah tekanan/jajahan yang membuat kekayaan, kemakmuran dan kedaulatan rakyat tertindas dan dirampas. Oleh sebab itulah bersatu padunya para pendahulu kita, kebersamaan dan kesadaran rakyat sangatlah menentukan terciptanya Negara/Bangsa ini demi terlepas dari tekanan dan kembalinya kedaulatan rakyat. Sejarah berdirinya Negara tidak boleh dilupakan begitu saja oleh para penerusnya/generasi, sebab jika generasi penerus melupakan sejarah para pendahulunya maka akan tercipta jarak dan mengakibatkan ketidak stabilan dalam sebuah tatanan. Point ini sangat mudah untuk diucapkan, namun pada kenyataannya hanya sebuah slogan belaka. Mengapa saya katakan seperti itu?,  karena pada hakikatnya seorang manusia tidak terlepas dari segala unsur hawa dan rasa bangga, pada dasarnya setiap individual harus mengetahui jiwanya sendiri(Psychology) bukan hanya ilmu Politiks, Management ketata negaraan, Sosiology saja yang harus di miliki, ilmu kejiwaan juga menjadi factor sangat penting. Apalagi yang namanya Pemimpin. Tidak mudah memimpin sekian banyak umat manusia yang berbagai macam ragam kultur budaya(Multi Etnik). Jadi tidak cukup hanya bermodalkan tampang yang senantiasa tampil dalam layar kaca memenuhi semua berita yang sedang lagi ngetrend dibicarakaan orang dan dunia. Tidak cukup bermodalkan duit dan kekuasaan yang sudah tak perlu diragukan lagi seberapa banyak dan besarnya yang dimiliki. Kesemua itu hanya sarana fisik/materi seseorang untuk meraih kesuksesan dalam memimpin, sementara sudah terbukti dan tersiarkan disekian banyak dunia bahwa, Pemimpin-Pemimpin yang kuat dalam bidang materi banyak membuat Rusuh, Kisruh dan Kerusakan. Ini akibat terlalu berpegang kepada nilai-nilai fisik belaka, ini akibat melupakan sejarah kehidupan manusia dan bangsanya, inilah bukti betapa mudahnya kita mengabaikan bahwa: Ada yang lebih penting dipersiapkan, ditata dan dibina, yaitu, Mental Spiritual, Ilmu Kejiwaan, yang kesemua itu merupakan factor keberhasilan para Pemimpin dibelahan dunia ini. Karena dari dalam dirilah akan terpancar/terbias semua tindakan seseorang. Jika ini sudah selesai dan sudah kembali kepada asas bernegara, saya yakin siapa saja bisa menjadi pemimpin sebab kepemimpinan itu sudah bekal dalam diri setiap manusia yang tentunya sifat/watak kepemimpinan tersebut tidak mengenal batasan gender, sebab itu merupakan pemberian untuk semua manusia dibumi ini. Oleh sebab itu perlu untuk generasi penerus menyadari dari mana dan mau kemana kita melangkah(sadar diri). Ilmu yang sudah di alami(Kedewasaan), sudah di terapkan dan di buktikan menjadi tolak ukur individual seseorang. Tolak ukur lainya yang tak boleh di lupakan, bahkan bisa membuat Ilmu tadi menjadi tak berguna adalah Hawa(Q.S Al Jaatsiyah/45 ayat 23-24: orang yang menjadikan hawanya sebagai tuhan akan menganggap semua perbuatannya baik,jujur padahal sebenarnya semua komponen dalam dirinya telah buta dan dibutakan oleh Allah yang mengakibatkan orang seperti ini takkan bisa terhidayahi/terbimbing sebab hawa sudah menjadi tuhannya dan membuatnya melupakan bahwa kehidupan ini ada akhirnya, ada masa pertanggung jawaban) bahkan ketika seseorang sudah menjadi Pemimpin/Khalifah diapun harus senantiasa berada diatas kebenaran dan keadilan(فَاحْكُمْ بِالْحَقِّ) sebagai wujud konsekwensinya tentu dia harus mampu menahan segala unsur hawa, keinginan(لاتَتَّبِعِ الْهَوَى) yang datang dari dirinya sendiri, itu bisa membuat seorang manusia yang memimpin tergelincir dari jalan dan jalur Keadilan, Kebenaran(Q.S Shaad/38 ayat 26) jika dia mengikuti semua kehendak dirinya itulah Hawa, itulah Nafsu/Birahi paling jelek dan paling membuat manusia terjerumus  kedalam lobang/lembah nista(Nar/Neraka) diakibatkan kebiasaannya hidup dalam ke-zhulumatan/kegelapan yang tak disadarinya akibat sudah mengikut Hawa dan menjadikan Hawa tersebut tuhan, maka sudah pasti buta dan membutakan dirinya dari semua perbuatan jelek, buruk, tak pantas, keluar jalur. Dalam satu riwayat Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a : Nabi s.a.w pernah berkata: “Allah tidak menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya dari hati manusia, tetapi dengan jalan mematikan orang-orang berpengetahuan(ulama). Apabila orang berpengetahuan telah punah(hilang/lenyap), maka masyarakat akan mengangkat orang-orang bodoh menjadi pemimpin yang akan dijadikan tempat bertanya. Orang-orang bodoh ini akan berfatwa tanpa ilmu; mereka sesat dan menyesatkan[Hadits 0076]

Penjelasan Hadits : Kemajuan sesuatu umat bergantung kepada jumlah ulama dan orang terpelajar, kerana merekalah yang memimpin dan membimbing umat itu. Pemimpin yang bodoh akan memimpin umatnya(masyarakat) menuju kebinasaan.

اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُور

Allah sangat mengetahui apa saja yang ada didlm hati dan kesadaran kita.

September 9, 2015 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: