Amanahrakyat's Blog

Just another WordPress.com site

Rachmawati: Kenapa Tak di Era Mega Tuntut Minta Maaf ke Soekarno

Rachmawati Soekarnoputri

Rachmawati Soekarnoputri

intelijen – Keinginan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)Puan Maharani yang meminta negara membersihkan nama kakeknya, Presiden RI pertama Soekarno, dari tuduhan pro Partai Komunis Indonesia (PKI), dinilai terlambat.

( Puan Maharani meminta negara membersihkan nama kakeknya, Soekarno dari tuduhan pro Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sekadar diketahui, kekuasaan Presiden pertama RI, Soekarno dicabut melalui TAP MPRS XXXIII tahun 1967 tertanggal 12 Maret 1967 karena dituduh telah mendukung G30S/PKI.

“Masih ada TAP-TAP yang sampai saat ini masih mengganjal, itu memang diinginkan oleh keluarga untuk segera diselesaikan,” kata Puan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2015) malam.

Dirinya berharap, sejumlah hal yang masih mengganjal keluarga terkait tuduhan kakeknya itu bisa segera diselesaikan. “Bahwa beliau adalah pahlawan nasional,” ucapnya.

Menurut dia, pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah yang menyebutkan bahwa negara harus meminta maaf kepada Bung Karno dan keluarga atas tuduhan itu adalah pernyataan pribadi.

Dia menambahkan, meskipun Soekarno dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden SBY tahun 2012, masih ada persoalan yang mengganjal keluarga.

“Permintaan maaf resmi dari negara saya rasa dengan menyelesaikan semua permasalahan yang dianggap saat ini masih mengganjal, saya berharap bahwa itu bisa menyelesaikan semua masalah yang mengganjal khususnya buat keluarga dan para pengikut Bung Karno yang hari ini masih berkeinginan supaya semua hal yang berkaitan dengan Bung Karno itu clear,” pungkasnya.(Sindonews))

Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani (ist)

Salah satu anak presiden pertama RI Rachmawati Soekarnoputri mengatakan, permintaan maaf terhadap Bung Karno seharusnya dilakukan sejak era Megawati menjadi presiden.

Menurut Rachmawati, Megawati yang kala itu menjabat sebagai presiden, dapat mencabut TAP MPRS XXXIII Tahun 1967 tentang larangan penyebaran paham dan ajaran komunisme di Indonesia.

“Ya memang ini harusnya dari awal. Harusnya minta maaf di pemerintahan Megawati dengan mencabut kembali TAP MPRS XXXIII Tahun 1967 tertanggal 12 Maret 1967 yang mengkaitkan Bung Karno dengan tuduhan telah mendukung G30S/PKI,” kata Rachmawati saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Lebih lanjut, Rachmawati juga merasa aneh dengan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah, yang menyebutkan bahwa negara harus meminta maaf kepada Bung Karno dan keluarga atas tuduhan itu.

Dia pun mempertanyakan mengapa PDIP tidak protes saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi gelar pahlawan terhadap Soekarno tidak didahului dengan pencabutan TAP MPRS XXXIII Tahun 1967 yang telah menyudutkan ayahnya.

“Harusnya pada saat SBY memberikan gelar pahlawan nasional, PDIP protes. Cabut dulu Tap MPRS itu. Makanya saya pertanyakan kenapa jadi ribut-ributnya sekarang,” gerutu Rachmawati.(Sindonews)

October 10, 2015 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: